Selayang Pandang Kota Jenewa

By Dira Tiarasari Fabrian,S.Sos.MA 08 Nov 2018, 08:42:36 WIB Pengetahuan
Selayang Pandang Kota Jenewa

Gambar : Kanan: Sungai Arve; Kiri: Sungai Rhone


Semilir angin musim gugur bertiup mendampingi rintik hujan yang jatuh pada daun aneka warna di kota Jenewa. Bagi kebanyakan orang, kota Jenewa terdengar asing di telinga. Tak banyak yang tahu dimana ia berada karena ia bukanlah ibukota negara. Namun, kota ini cukup terkenal di kalangan pemerhati isu internasional karena Jenewa merupakan kota di mana terdapat kantor PBB (Palais des Nations) dan markas besar organisasi internasional lainnya seperti Palang Merah Internasional (ICRC), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Organisasi Buruh Internasional (ILO).


Kota Jenewa terletak di Canton (wilayah administratif semacam negara bagian) Jenewa, salah satu canton berbahasa Perancis di Swiss. Sebagai informasi, di Swiss, terdapat empat bahasa resmi, yaitu Perancis, Swiss-Jerman, Italia, dan Romansh. Pada mulanya, Jenewa merupakan negara independen dengan nama Republik Jenewa yang diproklamirkan pada tahun 1541. Namun, pada tahun 1815, Jenewa bergabung dengan negara Konferederasi Swiss dan menjadi canton ke-22.

Canton Jenewa merupakan canton paling barat di Swiss yang berbatasan dengan Perancis di bagian barat dan Italia di bagian selatan. Seiring dengan bergabungnya Swiss ke dalam wilayah Schengen pada tahun 2008, jarang sekali dilakukan pengecekan imigrasi di wilayah-wilayah perbatasan yang menjadikan pergerakan manusia, barang, dan jasa dari dan ke Swiss semakin mudah.


Salah satu simbol penanda kota Jenewa yang paling terkenal adalah jet d’eau, yaitu salah satu air mancur di dunia. Selain itu, kota tua, kursi patah, dan jam bunga (l’horloge fleurie) di Jenewa patut dikunjungi. Kursi patah terletak di depan kantor PBB dan dibuat untuk mengampanyekan penghentian penggunaan ranjau darat. Kemudian, bagi pencinta alam, ada gunung Saleve setinggi 1300-an meter yang dapat didaki, di perbatasan canton Jenewa dan Perancis yang hanya terletak sekitar 20 menit dari kota Jenewa. Satu pemandangan yang juga cukup unik di kota Jenewa adalah tempat di mana dua sungai berbeda warna (Rhone dan Arve) bertemu. 


Sebagaimana di kota-kota lain di Swiss, keju dan coklat merupakan penganan khas di Jenewa. Pada musim dingin, banyak warga kota menikmati fondue keju dengan kentang rebus atau roti, dan raclette. Dalam beberapa tahun terakhir, kota Jenewa menjadi semakin terbuka. Meskipun tidak dapat menemukan Pizza Hut di Jenewa, namun restoran cepat saji lainnya seperti Domino’s Pizza, Burger King, dan McDonalds tersedia. Kemudian, pada Desember 2017, Kentucky Friend Chicken (KFC) baru buka kembali. Selain itu, toko makanan serta restoran Asia dan Afrika pun tersedia, meskipun terbatas. Jangan kaget juga karena di Jenewa, ada toko-toko bubble tea dan bubble waffle.
 




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment